Mazmur 40 memberitakan tentang pengalaman
pemazmur yang mengalami kebesaran Tuhan saat hidupnya dirundung berbagai
masalah. Kebesaran Tuhan justeru dirasakan pemazmur selama menjalani masa hidup
yang sulit. Hidup pemazmur tidaklah mudah karena yang pertama dikepung
malapetaka dan dikejar kesalahan. Kebesaran Tuhan diyakininya dan ia bermohon:
janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya
menjaga aku selalu! Malapetaka dan kesalahan dihadapi dan diatasinya dengan
memohon rahmat, kasih, dan kebenaran Tuhan. Ia tidak bersungut, tawar hati,
membantah atau mempersalahkan apa-apa serta siapa-siapa. Situasi sulitnya
diatasi dengan mengandalkan kebesaran Tuhan. Rahmat, kasih, dan kebenaran Tuhan
meluputkan pemazmur dari malapetaka dan kesalahan. Kedua, hidup pemazmur
menjadi sukar karena perbuatan orang lain. orang lain merancang kecelakan bagi
diri pemazmur, namun tak berhasil. Ia mengalami hidup yang sulit karena
perbuatan orang lain. Tuhan itu besar dan mendengar permohonan pemazmur untuk
membuat semua orang yang jahat kepadanya malu mundur dan kena noda. Ketiga, pemazmur
mengalami hidup yang sengsara dan miskin. Walau demikian hidupnya, pemazmur
meyakini bahwa Tuhan pasti memperhatikan, menolong, dan meluputkan dirinya
dengan segera. Kita belajar tentang adanya fakta hidup mengguncang. Banyak hal
buruk dapat hadir dan mengguncang hidup silih berganti. Masa hidup yang sulit
tak mudah dijalani tapi dapat teratasi karena Tuhan mendekat dengan kasih-Nya. Ia
menjaga, melepaskan, menolong, memulihkan, dan memperhatikan.
Doa: Ya Tuhan
anugerahkanlah selalu kebesaran-Mu bagi kami. Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar