TAK BERKESUDAHAN KUASA DAN KEMURAHAN TUHAN

Posting Komentar
Bacaan. 1
Raja - Raja 17 : 17 - 24
Berita tentang janda di Sarfat terus berlanjut. Kuasa dan kemurahan Tuhan dinyatakan bukan saja melalui kisah ketersediaan makanan yang tidak habis, tetapi juga saat Elia menghidupkan anak janda Sarfat yang telah meninggal. Masalah kekurangan makanan yang digumuli janda ini sudah teratasi tetapi ia harus berhadapan lagi dengan kenyataan anaknya sakit bahkan meninggal.  Silih berganti masalah hadir dan mengguncang hidup perempuan janda ini dengan hebatnya. Kelaparan sudah diatasi tetapi kematian anaknya tak mampu dihindari. Ia mengeluh dan bertanya serta mengingat kesalahan yang pernah dilakukannya, tapi tak berdaya mengatasi kemelut hidup. Kematian sudah merenggut hidup anak satu-satunya. Saat hidupnya berguncang, Allah hadir untuk menyatakan kuasa dan kemurahan-Nya. Kelaparan, penyakit bahkan kematian tidaklah membuat berakhir kuasa dan kemurahan Tuhan. Elia mengambil anak yang telah meninggal itu dari pangkuan ibunya. Tindakkan kenabian ini melambangkan kepedulian dan kerelaan Allah untuk mengambil alih derita dan gumulan dari manusia yang sudah tak berdaya lagi. Dia-lah Tuhan Allah kita yang berkuasa atas hidup dan mati. Ia senantiasa bekerja menyatakan kuasa dan kemurahan-Nya dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Tuhan-lah pemilik hidup yang berkuasa menghidupkan walau sudah mati. Percaya dan berharaplah pada Dia, Tuhan yang berkuasa mengatasi kelaparan, menyembuhkan penyakit bahkan menghidupkan walau sudah mati. Bergantunglah pada-Nya sebab orang mati saja dapat hidup kembali apalagi yang masih hidup.  Kuasa dan kemurahan-Nya tak berkesudahan bagi mereka yang percaya dan hidup saling memberi.
Doa: Kiranya kuasa dan kemurahan-Mu selalu menghidupi kami. Amin.
Jemaat GPM Soya
Blog yang dibuat untuk membantu pelayanan dalam lingkungan/wilayah Jemaat GPM Soya.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter