Berita tentang janda di Sarfat terus berlanjut. Kuasa dan
kemurahan Tuhan dinyatakan bukan saja melalui kisah ketersediaan makanan yang
tidak habis, tetapi juga saat Elia menghidupkan anak janda Sarfat yang telah
meninggal. Masalah kekurangan makanan yang digumuli janda ini sudah teratasi tetapi
ia harus berhadapan lagi dengan kenyataan anaknya sakit bahkan meninggal. Silih berganti masalah hadir dan mengguncang
hidup perempuan janda ini dengan hebatnya. Kelaparan sudah diatasi tetapi
kematian anaknya tak mampu dihindari. Ia mengeluh dan bertanya serta mengingat
kesalahan yang pernah dilakukannya, tapi tak berdaya mengatasi kemelut hidup.
Kematian sudah merenggut hidup anak satu-satunya. Saat hidupnya berguncang,
Allah hadir untuk menyatakan kuasa dan kemurahan-Nya. Kelaparan, penyakit
bahkan kematian tidaklah membuat berakhir kuasa dan kemurahan Tuhan. Elia
mengambil anak yang telah meninggal itu dari pangkuan ibunya. Tindakkan
kenabian ini melambangkan kepedulian dan kerelaan Allah untuk mengambil alih
derita dan gumulan dari manusia yang sudah tak berdaya lagi. Dia-lah Tuhan
Allah kita yang berkuasa atas hidup dan mati. Ia senantiasa bekerja menyatakan
kuasa dan kemurahan-Nya dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
mereka yang percaya kepada-Nya. Tuhan-lah pemilik hidup yang berkuasa
menghidupkan walau sudah mati. Percaya dan berharaplah pada Dia, Tuhan yang
berkuasa mengatasi kelaparan, menyembuhkan penyakit bahkan menghidupkan walau
sudah mati. Bergantunglah pada-Nya sebab orang mati saja dapat hidup kembali
apalagi yang masih hidup. Kuasa dan
kemurahan-Nya tak berkesudahan bagi mereka yang percaya dan hidup saling
memberi.
Doa: Kiranya kuasa dan kemurahan-Mu selalu menghidupi kami.
Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar