ALAT KECIL DI TANGAN TUHAN

Posting Komentar
Bacaan. 2 Raja Raja 5 : 1-7
Kita sering menilai orang dari pekerjaan yang mereka lakukan entah itu sebagai tukang ojek, penyapu jalan, tukang becak, pembantu rumah tangga, pelayan restoran dan masih banyak lagi. Seolah-oleh mereka adalah orang-orang kecil yang tidak perlu kita hargai. Padahal pekerjaan yang mereka kerjakan adalah pekerjaan mulia yang berdampak bagi kehidupan kita. Kisah Naaman seorang panglima perang yang sangat dipercaya oleh tuannya mengalami sakit kusta yang sangat parah. Istri Naaman memiliki seorang pelayan wanita yang merupakan tawanan dari Israel. Pelayan wanita ini berkata kepada nyonyanya agar membawa Naaman menghadap seorang nabi di Samaria untuk disembuhkan. Saran dari pelayan kecil ini ditanggapi oleh nyonyanya dengan memberi tahu kepada Naaman suaminya. Naaman menghadap raja dan memberi tahu apa yang disampaikan pelayannya itu. Raja menyetujui hal tersebut dan menyuruh Naaman segera pergi ke sana. Apa yang mau kita pelajari dari kisah ini adalah bukan pada Naaman dan raja Aram, tetapi pada pelayan perempuan dari istri Naaman yang ditawan itu. Meskipun dalam penderitaannya ditawan dan dijadikan sebagai pelayan, ia tetap melayani tuannya dengan hati yang bersih. Begitulah sebaiknya hidup ini, dalam kesesakan kita tidak boleh putus asa apalagi membalas kejahatan dengan kejahatan, Jika tetap setia dan percaya kepada Tuhan maka Ia akan memakai kita sebagai alat-Nya untuk mengerjakan kebaikan. Semua orang berharga dan berkenan pada Tuhan sebab Ia tak pernah pilih kasih. Ia terus berkarya untuk mendatangkan kebaikan dan memakai kita sebagai alat di tangan-Nya. Bersyukurlah dan jadilah berarti bagi orang lain.
Doa: Pakailah kami menjadi alat kecil di tangan-Mu Tuhan. Amin
Jemaat GPM Soya
Blog yang dibuat untuk membantu pelayanan dalam lingkungan/wilayah Jemaat GPM Soya.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter