Hidup telah Tuhan
anugerahkan untuk kita jalani menurut kehendak-Nya. Ia berkehendak agar kita
hidup sebagai orang benar. Orang benar adalah mereka yang taat kepada segala
hal yang Tuhan kehendaki. Kehendak Tuhan sering bertentangan dengan kesadaran
dan cara pikir masing-masing orang. Sama halnya dengan kondisi yang dialami orang Israel yang baru pulang dari pembuangan di
Babel. Pengalaman penderitaan yang dialami di pembuangan menjadikan banyak dari
antara mereka tidak lagi peduli terhadap kehidupan moral dan iman. Mereka
merasa bukan lagi menjadi umat yang dikasihi dan dipilih Tuhan karena telah
mengalami penderitaan di Babel. Sikap apatis terhadap iman dan moral inilah yang
membuat mereka jauh dari hidup kudus dan murni di hadapan Tuhan. Kondisi hidup
yang demikian tidak lantas membuat Tuhan hadir sebagai Penghancur. Tuhan tidak
ingin menghancurkan umat-Nya yang berdosa ini. Ia ingin umat-Nya bertobat,
meninggalkan ketidak-kudusan dan memurnikan hidup mereka. Itulah sebabnya
kedatangan dan karya Tuhan dikisahkan seperti tukang pemurni logam dan tukang
penatu (ayat 2). Tukang pemurni logam bukan menghancurkan logam, melainkan
memurnikannya. Tukang penatu bukan membakar baju, melainkan mencuci yang kotor.
Memasuki Minggu adven I ini kita diajak untuk lebih mengasah kemurnian
hidup agar mampu meningkatkan dan menjaga kualitasnya. Kita diminta
menyambut kelahiran Yesus dengan menyiapkan hati yang baru. Sambutlah Yesus,
Tuhan dan penyelamat dunia dengan pertobatan dan hati yang murni. Jadilah hamba
Allah dan tetaplah berbuat baik, kasihilah saudaramu dan hormatilah semua
orang.
Doa: T
uh
a

n, la
yakkanlah kami untuk menantikan kedatangan-Mu. Amin.

Posting Komentar
Posting Komentar