MURNIKANLAH HIDUP DAN NANTIKANLAH KEDATANGAN-NYA

Posting Komentar
Bacaan. Maleakhi 3 : 1 - 5
Hidup telah Tuhan anugerahkan untuk kita jalani menurut kehendak-Nya. Ia berkehendak agar kita hidup sebagai orang benar. Orang benar adalah mereka yang taat kepada segala hal yang Tuhan kehendaki. Kehendak Tuhan sering bertentangan dengan kesadaran dan cara pikir masing-masing orang. Sama halnya dengan kondisi yang dialami orang Israel yang baru pulang dari pembuangan di Babel. Pengalaman penderitaan yang dialami di pembuangan menjadikan banyak dari antara mereka tidak lagi peduli terhadap kehidupan moral dan iman. Mereka merasa bukan lagi menjadi umat yang dikasihi dan dipilih Tuhan karena telah mengalami penderitaan di Babel. Sikap apatis terhadap iman dan moral inilah yang membuat mereka jauh dari hidup kudus dan murni di hadapan Tuhan. Kondisi hidup yang demikian tidak lantas membuat Tuhan hadir sebagai Penghancur. Tuhan tidak ingin menghancurkan umat-Nya yang berdosa ini. Ia ingin umat-Nya bertobat, meninggalkan ketidak-kudusan dan memurnikan hidup mereka. Itulah sebabnya kedatangan dan karya Tuhan dikisahkan seperti tukang pemurni logam dan tukang penatu (ayat 2). Tukang pemurni logam bukan menghancurkan logam, melainkan memurnikannya. Tukang penatu bukan membakar baju, melainkan mencuci yang kotor. Memasuki Minggu adven I ini kita diajak untuk lebih mengasah kemurnian hidup  agar mampu meningkatkan  dan menjaga kualitasnya. Kita diminta menyambut kelahiran Yesus dengan menyiapkan hati yang baru. Sambutlah Yesus, Tuhan dan penyelamat dunia dengan pertobatan dan hati yang murni. Jadilah hamba Allah dan tetaplah berbuat baik, kasihilah saudaramu dan hormatilah semua orang.
Doa: Tuhan, layakkanlah kami untuk menantikan kedatangan-Mu. Amin.
Jemaat GPM Soya
Blog yang dibuat untuk membantu pelayanan dalam lingkungan/wilayah Jemaat GPM Soya.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter