MEMANUSIAKAN SETIAP ORANG LEMAH

Posting Komentar
Bacaan. Amsal 14 : 31
Menghina orang lain jelas sama artinya dengan kita menghina Tuhan dan karya-Nya. Bahkan dengan jelas menghina akan pribadi Tuhan sendiri. Amsal 14:31 mengingatkan bahwa kaum lemah orang-orang miskin, orang sakit, orang tertindas, orang terpinggirkan, dan lain sebagainya adalah fokus keprihatinan Tuhan, sehingga setiap sikap kita terhadap mereka Tuhan perhitungkan sebagai sikap kita kepada Tuhan sendiri (menghina Sang Pencipta, atau memuliakan-Nya). Semua bentuk penindasan terhadap kaum lemah adalah tindakan yang tidak manusiawi dan itu adalah perbuatan menghina Sang Pencipta. Memang, tidak sedikit orang yang dengan tulus mengasihi kaum lemah. Orang yang penuh kasih melihat orang lemah sebagai sesama yang rindu dikasihi, dan sungguh berupaya untuk menolong orang-orang lemah. Namun, tidak sedikit juga orang yang melihat kaum lemah sebagai bukan sesama, sebagai bukan manusia, melainkan sebagai peluang untuk dimanfaatkan atau sebagai alat untuk dikorbankan demi keinginan pribadi. Ketika orang lemah dipandang sebagai alat untuk meraih keinginan, mereka dianggap bukan manusia, diperlakukan bagai bukan manusia, hingga mereka seakan menjadi bukan manusia. Namun, ketika orang lemah dilihat sebagai sesama yang rindu dicintai, sikap kepada orang lemah menjadi manusiawi: penuh hormat dan cinta. Ketika orang lemah dimanusiakan, diperlakukan manusiawi, mereka mengalami menjadi benar-benar manusia. Amsal 14:31 mengajak kita untuk tulus menghormati dan mengasihi kaum lemah, memperlakukan mereka secara manusiawi, memanusiakan mereka, dengan demikian kita akan mampu menjaga kualitas hidup satu dengan yang lain. 
Doa: Tuhan tolonglah kami, agar selalu memuliakan segala ciptaan-Mu. Amin
Jemaat GPM Soya
Blog yang dibuat untuk membantu pelayanan dalam lingkungan/wilayah Jemaat GPM Soya.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter