Kisah Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan pasti tidak asing dalam ingatan kita. Nas hari ini juga mengisahkan cerita yang mirip dengannya. Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul memberi makan seratus orang untuk menyebut kisah ini. Dua puluh roti jelai serta gandum baru cukup untuk memberi makan seratus orang bahkan ada sisanya. Ketika itu bangsa Israel sedang mengalami kesulitan seperti penyakit, kelaparan, dan kematian. Allah menunjukkan kuasa dan kasih-Nya bagi bangsa Israel yang sedang mengalami keterguncangan hidup melalui nabi Elisa. Kebutuhan makanan yang sebelumnya tidak mencukupi menjadi tercukupi bahkan lebih atau ada sisanya. Dua puluh banding seratus menurut pandangan manusia adalah kekurangan. Namun, dua puluh banding seratus dalam karya Allah adalah lebih dari cukup bahkan berlimpah limpah. Keyakinan Elisa terhadap kemahakuasaan Tuhan layak diteladani, Terkadang saat berhadapan dengan kesulitan, kita menjadi orang percaya yang meragukan kemahakuasaan Allah. Melayani orang lain dengan cara memenuhi kebutuhan makan mereka merupakan tindakkan kenabian. Masa hidup yang sulit menyediakan peluang bagi orang untuk mengalami rahmat Allah. Rahmat Allah terkadang tak dapat dialami karena terhalang keraguan dan oleh sebab itu kita perlu menumbuhkan kepercayaan. Percayalah bahwa pertolongan Tuhan pasti dialami saat kita berada di batas kemampuan. Kita terbatas dalam kemampuan, sehingga hanya kepada Allah pengharapan dan permohonan ditujukan. Jalanilah hidup dengan keteguhan percaya dan hadapilah apa pun kenyataannya. Kita dapat saja hidup dengan kekurangan materi namun janganlah kehingan percaya kepada Allah sumber berkat.
Doa: Tolonglah kami Tuhan untuk yakin akan kuasa kasih-Mu. Amin.

Posting Komentar
Posting Komentar