iapakah
yang dapat meninggikan diri di hadapan Tuhan? Seorangpun tentunya tidak, tetapi
manusia seringkali meninggikan diri dengan nama, kekayaan, kuasa dan jabatan
yang dimiliki. Umat Israel pun sering berbangga diri dan menjadi angkuh di
hadapan Tuhan. Nas hari ini menegaskan akan hal ini.. Gambaran pohon aras di
Libanon, pohon tarbantin di Basan, gunung yang tinggi-tinggi dan bukit yang
menjulang ke atas, menara yang tinggi dan tembok yang berkubu, kapal Tarsis dan
kapal yang paling indah. Semuanya merupakan bahasa simbolik yang memperlihatkan
kebanggaan, tempat mereka menggantungkan harap, yang akhirnya membuat diri
angkuh lalu melupakan Tuhan sumber segala sesuatu. Nabi Yesaya mengingatkan
bahwa semua yang dimiliki itu bukan milik mereka melainkan Tuhan. Sehingga pada
hari Tuhan semua itu akan dihabiskan. Mereka yang tidak menaati Tuhan akan
bersembunyi. Jadi akhirnya nabi Yesaya mengingatkan, jangan berharap kepada
manusia. Nubuatan Yesaya ini menandakan bahwa hanya Allah yang mahatinggi dan
layak disembah. Manusia dan segala keperkasaan di dunia: kuasa, jabatan,
kekuatan pohon, gunung, menara, tembok dan kapal yang paling indah (ay. 13-16),
sifatnya fana dan tidak dapat diandalkan (ay. 22). Semua ini mengingatkan
kita untuk tidak sombong dalam menjalani kehidupan. Apakah harta, prestasi,
kuasa atau jabatan tinggi telah membuat kita sombong? Ingatlah, semuanya itu
hanya pemberian Tuhan. Jika semua itu lenyap, apakah kita tetap masih dapat
memandang kepada Tuhan dan memuliakan Dia?
Doa : Ya Bapa, Engkaulah sumber segala-galanya, kiranya
kami tidak melupakan itu dan menjadi sombong, Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar