Penulis
kitab Amsal mengatakan, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati
mendahului kejatuhan” (16:18). Nas ini menyaksikan bahwa kecongkakan akan membuat
seseorang hancur dan kesombongan akan membuatnya jatuh. Sejalan dengan hal ini,
tersebut pula dalam Amsal 16: 5a bahwa setiap orang yang tinggi hati adalah
kekejian bagi Tuhan. Ternyata, kesombongan dibenci oleh Tuhan. Kalau begitu,
bagaimana supaya tidak menjadi sombong dan dengan begitu terhindar dari kejatuhan
dan kehancuran? Ada tiga hal yang dapat dilakukan: pertama, akuilah Tuhan dalam
segala perilaku hidup. Semua yang diterima dalam hidup ini bukan karena kita,
semuanya karena anugerah Tuhan. Orang sombong menganggap semua karena usaha dan
kekuatan serta kebaikan dirinya sendiri. Dia lupa bahwa semua yang
didapatkannya hanya karena kasih karunia Allah. Kita harus selalu mengingatkan
diri sendiri, “saya bukan siapa-siapa tanpa Tuhan”. Kedua, untuk menghindarkan
diri dari kesombongan maka jangan pernah lupa darimana kita berasal. Kenyataannya,
banyak orang menjadi lupa darimana mereka berasal, apalagi ketika telah
memiliki kuasa dan jabatan. Sepintar
apapun, sekaya bagaimanapun, tetapi jika kita menjadi sombong, semua itu
menjadi tidak berguna. Ketiga, belajarlah untuk menghargai semua orang. Apapun
latar belakang dan status; ekonomi, sosial dan sebagainya. Hargailah semua
orang, tua-muda, anak-anak, perempuan, laki-laki dan lansia.
Doa: Ya Tuhan mampukanlah kami hidup rendah hati dan tidak congkak, Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar