imotius adalah asisten sekaligus mitra kerja
Paulus dalam memberitakan injil. Ia dibimbing serta
dipersiapkan untuk melanjutkan pemberitaan injil
sekaligus sebagai generasi penerus dan kekayaan gereja. Timotius dimotivasi untuk
menyelenggarakan kepemimpinan rohani, yakni melayani jemaat-jemaat, menata ibadah dan
pelayanan yang masih berantakan. Ia
diperhadapkan dengan para pengajar sesat yang sering menuduh dan memfitnahnya.
Pengajar sesat menganut ajaran
yg berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Rasul Paulus.
Timotius dinasihati untuk menyikapi mereka dengan cara berusaha
menjadi pelayan Kristus yang sejati.
Cara ini dipandang Paulus efektif sehingga mereka tidak
menemukan cela untuk menjatuhkannya dan mencemarkan nama Tuhan. Makanya ia
dikuatkan bahwa Tuhan mengenal dirinya sebagai hamba-Nya yang setia. Tuhan
sendiri yang akan membela ketika ia dituduh dan difitnah oleh para pengajar
sesat. Timotius dibina dan diasah dengan sebaik-baiknya agar
memiliki sikap yang bijaksana dalam perkataan serta
menjaga kesucian hidupnya. Ia dibimbing untuk
menjadi pelayan Kristus yang sejati. Pelayan yang sejati bertanggung jawab
mengajar jemaat agar memiliki pemahaman yang benar tentang
firman Allah dan melaksanakannya dalam
kehidupan sehari-hari. Jemaat harus
diperlengkapi dengan kebenaran agar tidak mudah
terombang-ambing oleh hasutan ajaran
sesat. Misalnya, dalam hal berbicara
(ay.14). Mereka diminta supaya
tidak mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat.
Perkataan demikian mengakibatkan pertengkaran yang sama sekali
tidak membangun iman siapapun yang mendengarnya. Karena itu, kuatkanlah iman supaya
kita menjadi berdaya untuk
menghadapi semua kenyataan
hidup. Teruslah
belajar dan aktakan firman Tuhan.
Hiduplah sesuai kehendak-Nya
serta jadilah pelayan Kristus yang
sejati.
Doa : Tuhan kuatkan iman kami agar tidak
mudah tergoda dengan ajaran yang menyesatkan
melainkan hidup menurut kehendak-Mu. Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar