Ada
seorang kakek bersahabat dengan seorang anak laki-laki. Keduanya sering bekerja
sama di toko barang kerajinan kayu milik si kakek. Suatu hari ketika melihat
toko itu sedang sepi dan si kakek tidak kelihatan, anak laki-laki itu pun
datang dan mencuri beberapa pahatan kayu. Anak itu tidak menyadari bahwa melalui jendela
dapur si kakek melihatnya, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Sejak saat itu anak
laki-laki itu pun tidak pernah muncul lagi di toko. Hingga suatu hari, tanpa
sengaja, mereka bertemu dan anak itu menjauh karena malu sehingga persahabatan
mereka pun terputus. Kita mengalami hal serupa ketika melanggar firman Allah. Kita jatuh dalam dosa
karena terlalu menuruti keinginan daging dan menjadi malu bahkan takut untuk
berjumpa dengan Allah yang berakibat pada rusaknya hubungan kita dengan-Nya. Ketika kita berbuat
dosa terhadap-Nya,
akibat yang paling berbahaya bukanlah tindakan itu sendiri, tetapi rusaknya
hubungan kita dengan Tuhan. Namun, Allah kita adalah Allah yang setia. Ia
selalu merindukan hubungan yang baik dengan kita. Dia selalu menunggu kita
untuk kembali. Oleh karena itu, ketika kita melakukan dosa, jangan ragu untuk
segera datang serta
mengaku dosa kepada-Nya,
dan jangan
mengulanginya lagi. Menjauhkan
diri dari Tuhan
akan membuat hubungan baik kita dengan-Nya semakin renggang bahkan terputus. Seperti bapa
yang selalu setia menunggu kembalinya si anak yang terhilang, pengampunan-Nya
pun tersedia untuk kita. Oleh sebab itu, mintalah hikmat, pertimbangan dan pengertian dari Tuhan, sehingga
mampu membedakan baik dan buruk. Janganlah kalah terhadap kedagingan, tapi
kalahkan hal itu dengan kebenaran. Bila karena kelemahan, dosa dilakukan, jadilah sadar
dan datanglah kepada-Nya seraya mengaku kesalahan serta mohonlah pengampunan Tuhan.
Doa : Ya Tuhan layakkan dan mampukanlah kami untuk
tetap hidup di dalam terang-Mu dan menjauhkan kami dari perbuatan yang jahat.
Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar