Sama seperti Daud, kita
juga tentu memiliki kerinduan untuk
hidup benar dan tidak bercela di hadapan Allah. Daud menunjukkan kerinduannya
itu dengan berkomitmen untuk menjauhkan diri dari setiap perbuatan yang tidak
benar. Komitmennya yang lain adalah memelihara hidup dalam
ketulusan hati baik di dalam rumah maupun kerajaanya. Rumah adalah tentang diri sendiri, keluarga, gereja atau
komunitas bahkan masyarakat dimana kita berada. Karena itu, Tuhan menghendaki
kita menjadi alat kesaksian di lingkungan dimanapun berada dengan menunjukkan cara hidup yang benar dan berkenan sesuai
kehendak-Nya. Sebutan lainnya
adalah hidup yang
berintegritas. Kerinduan dan komitmen kita untuk hidup dalam
kebenaran dan tidak bercela seharusnya terwujud pula dalam totalitas hidup,
yakni kerja, pelayanan, serta membangun relasi dengan sesama. Bukan sekadar retorika melainkan dalam laku hidup. Perwujudan hidup yang berintegritas membutuhkan komitmen yang harus
dipelihara dan dikembangkan seumur hidup. Komitmen yang dimaksud ini bukan semata
bersumber dari kebaikan atau usaha sendiri melainkan berasal dari pengenalan
yang sungguh akan Allah. Maksudnya mengenal akan kehendak, perintah dan hukum-hukum-Nya.
Pengenalan yang demikian membuahkan perubahan cara hidup dari yang suka kepada kejahatan dan
kelaliman menjadi takut akan Allah. Seperti Daud, mari
perhatikan dan pastikan kita menjalani hidup yang benar dan tulus hati.
Peliharalah komitmen untuk terus-menerus hidup dalam kebenaran di hadapan Allah serta manusia, dan jadilah berkat lewat seluruh laku
hidup kita.
Doa : Tuhan Yesus, kami mau
hidup tidak bercela di hadapan-Mu. Tuntunlah
kami supaya tetap hidup takut akan Engkau. Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar