Kesombongan merupakan sikap yang dibenci Allah. Orang
yang sombong tidak menghargai otoritas atau kemahakuasaan Allah dan hanya membanggakan kemampuan diri sendiri. Bangsa Moab misalnya dengan sombong dan arogan
mengejek umat Tuhan yakni Israel. Tuhan Allah memakai Asyur sebagai alat untuk menghukum Moab sehingga mereka mengalami kehancuran yang
hebat. Bagai kebun anggur yang tidak terawat lagi,
begitulah gambaran keruntuhan Moab (ayat 33).
Kesombongan mereka berakhir dengan Kesia-siaan. Kota-kota ditinggalkan dan berdiam di bukit
batu, mereka bagaikan burung merpati yang bersarang di dinding mulut liang
(ayat 28). Moab terusir dari negeri sendiri, kediaman mereka hancur dan
kehilangan harta benda. Kesombongan menghancurkan hidup, harta yang dimiliki
semuanya musnah. Mari bertanya pada diri sendiri apakah kita punya alasan untuk menyombongkan diri dengan apa yang dimiliki hari ini? Semua orang berharap agar dilimpahi berkat, namun
ironinya ada yang berubah menjadi sombong ketika berkat itu datang. Saat “berada di puncak”, seseorang dapat saja berubah dan mudah terjebak dalam dosa kesombongan. Bila hal itu
terjadi, maka orang akan menikmati upah dari kesombongan itu sendiri,
yakni kegagalan dan kehancuran. Ingatlah selalu bahwa Allah membenci
kesombongan dan tinggi hati, tetapi Dia mengasihi dan suka pada hati yang
tertunduk dalam kehambaan. Hiduplah sebagai keluarga Kristen
yang rendah hati. Tetap setia pada Tuhan dan teruslah hidup dalam kehambaan serta mempraktekkan kasih dalam segala keberadaan.
Orang rendah hati pasti diberkati.
Doa: Tuhan Yesus, jauhkan
segala kesombongan dari diri kami, tapi biarlah kami hidup rendah hati dan selalu taat pada-Mu. Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar