Yesaya 62 : 10 - 12
Sambil menggerakkan kaki berjalan di tempat, anak-anak sekolah minggu pun bernyanyi dengan riang “berjalanlah-berjalanlah melalui pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi Tuhan…”. Lirik lagu sekolah minggu ini hampir sama dengan ayat 10 pada teks bacaan kita. Namun dalam teks ini hendak menegaskan sikap penantian dari Nabi Yesaya dan Bangsa Israel akan keselamatan Tuhan yang seharusnya berlangsung dalam kesungguhan dan kesetiaan supaya pada saat pemulihan terjadi, mereka pun menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa. Berjalan melalui pintu gerbang artinya bahwa mereka harus berjalan menurut ketentuan/kehendak/perintah Allah, sehingga kelak pada saat keselamatan itu datang, orang akan menyebutkan mereka bangsa yang kudus, umat tebusan Tuhan yang dicari oleh Tuhan dan tidak ditinggalkanNya. Sebutan tersebut pun akan dikenakan pada diri kita dan menjadi saksi Allah bagi dunia ini, jika kita juga hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan Allah di minggu-minggu adventus. Sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan melalui kematian dan kebangkitan Kristus, penantian kita bukan lagi pada perayaan kelahiranNya saja, melainkan pada kedatanganNya di kali yang kedua. Masa itu terjadi sama seperti pencuri yang datang pada malam hari, dimana kita tidak tahu kapan waktu pastinya. Oleh sebab itu tindakan “berjalan” merupakan suatu tindakan aktif dan optimis yang harus dinampakkan dalam sikap penantian kita. Tindakan aktif yang sesuai dengan kehendak Tuhan atau seturut FirmanNya.
Doa: Tolonglah kami ya Tuhan untuk berjalan seturut kehendakMu. Amin (Sumber : LPJ GPM)

Posting Komentar
Posting Komentar