Hidup dan kerja merupakan dua kata yang saling berkaitan, tidak bisa dilepas-pisahkan. Tidak ada orang hidup yang tidak bekerja, begitu pun juga tidak ada pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang tidak hidup. Hal ini mengandung pengertian bahwa hidup yang bermakna adalah hidup yang diisi dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berguna untuk hidup itu sendiri. Begitu pun juga, kerja yang bermakna adalah pekerjaan yang dilakukan dengan tujuan untuk menjadikan hidup itu sendiri menjadi bermakna. Dalam paham yang demikian itulah, kerja harus dimaknai sebagai suatu aktivitas yang dilakukan oleh manusia demi melaksanakan amanat Tuhan, yaitu bekerja. Bacaan Alkitab hari ini, khususnya ayat 19 memberikan penekanan yang sangat jelas bahwa untuk menjadikan hidup itu bermakna (yakni bisa makan, dll), setiap orang harus bekerja (istilah yang digunakan dalam ayat 19 yaitu berpeluh). Berpeluh pertanda harus ada keringat yang keluar, dan biasanya keringat itu dapat keluar dari tubuh seseorang jika ia melakukan suatu pakerjaan. Dalam konteks bacaan Alkitab ini, setiap orang harus memahami kerja itu merupakan suatu amanat Tuhan kepada manusia ciptaan-Nya. Karena itu, dalam melakukan pekerjaan dibutuhkan sikap taat dengan hati nurani yang murni. Ketaatan tersebut bukanlah merupakan sikap ketertundukan kepada manusia, melainkan kepada Tuhan yang memberikan pekerjaan tersebut kepada manusia.
Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk taat melakukan pekerjaan yang Tuhan percayakan ini. Amin.

Posting Komentar
Posting Komentar