Mazmur
ini diawali dengan seruan: Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan. Bernyanyi
merupakan salah satu ungkapan syukur yang diaktakan bagi Tuhan karena kasih-Nya
besar. “Kasih Tuhan yang besar” terwujud dalam “perbuatan-Nya yang besar” pula. Pemazmur mengajak umat untuk
mensyukuri kebaikan Tuhan di sepanjang sejarah beriman mereka. Ungkapan “perbuatan-perbuatan ajaib” disebut pemazmur untuk mengingat
kembali apa yang telah dilakukan Tuhan. Tuhan sudah menciptakan langit dan bumi
dengan seluruh isinya, memanggil umat Israel dan menetapkan mereka sebagai
bangsa pilihan. “Perbuatan ajaib” Tuhan telah pula mereka alami saat
dibebaskan dari perbudakkan di Mesir dan dipulangankan dari Babel. Tuhan
diyakini sebagai Pencipta dan Pembebas yang terus berkarya mendatangkan
keselamatan bagi umat-Nya dan dunia. Karya keselamatan Tuhan diyakini
berlangsung sepanjang masa, baik kemarin, hari ini maupun besok. Tuhan-lah
Pencipta dan Pemelihara yang berkuasa sejak masa lampau, kini dan yang akan
datang. Karya selamat-Nya tak pernah berakhir, selalu berlangsung dan oleh
sebab itu harus disambut pula dengan nyanyian baru. Ia terus menerus membarui
kehidupan dengan karya selamat-Nya. Orang-orang yang bersyukur adalah mereka
yang menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan dengan sorak-sorai dan bergembira.
Hidup mereka diliputi sukacita dan menjadi sumber kegirangan bagi sesama bahkan
semua ciptaan. Meyakini kasih Tuhan, menjalani hidup dengan ringan hati dan
menuju hari esok dengan tidak kuatir, ragu serta bimbang. Orang yang bersyukur menghadirkan
kegirangan bagi dunia di sekitarnya. Mereka tidak hidup untuk diri sendiri tapi
bagi orang lain serta dunia karena membagi harta bernilai besar yakni
kegirangan. Hidup yang bersyukur akan membuat terbebas dari sakit hati, galau,
pesimis, cemas dan lesu. Bersyukurlah senantiasa karena kasih-Nya besar.
MENSYUKURI KARYA PENYELAMATAN TUHAN
Bacaan. Mazmur 98 : 1 - 9 Doa: Bapa, terima kasih buat karya keselamatan yang
telah kami terima. Amin

Posting Komentar
Posting Komentar