(Bacaan : Lukas 2 : 36-40)
Terkadang faktor usia sering mempengaruhi
semangat seseorang untuk terus berkarya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Hana. Walaupun sudah berusia 84 tahun
ketika ia turut melihat bayi Yesus yang sedang diberkati bersama ke dua orang
tuan-Nya oleh Simeon, dengan antusiasnya dia bersyukur bahkan langsung bersaksi
kepada semua orang tentang apa yang di saksikannya. Semangat yang terlihat dari
diri Hana tidak terlepas dari campur tangan Allah yang selalu melawat
kehidupannya. Hal itu juga tidak dapat dilepaspisahkan dari iman Hana.
Ketaatanya dan kesetiaanya kepada Allah dibuktikan dengan hidup yang selalu ada
dalam menjaga relasi dengan Allah dalam bentuk ibadah, puasa dan juga doa. Pola
hidup Hana memperlihatkan ketaatan dan kesetiaan yang sungguh kepada Allah,
terlihat jelas dengan ungkapan syukurnya itu. Yang jadi pertanyaan, apakah kita
sudah benar-benar taat dan setia kepada Allah? Dari kisah Hana kita belajar
untuk tetap setia dan taat kepada Allah, tidak hanya berupa usapan jempol saja
tapi ditunjukkan lewat sikap dan
tindakan kita. Dengan tetap memperhatikan pentingnya membangun relasi antara
kita dengan Allah yang ditunjukan lewat kehidupan kita hari lepas hari, secara
pribadi, keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Sebab Ia yang telah
menganugerahkan kehidupan akan selalu melawat dan menjaga kita. Ingat bahwa
usia tidak menjadi penghalang untuk menyaksikan kasih Allah, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk
orang lain. Tetaplah bersyukur dan bersemangat. Tuhan menolong kita.
Doa : Tuhan, jadikan kami orang-orang yang tetap
bersemangat menjalani hidup ini, Amin. (Sumber : LPJ GPM)
Posting Komentar
Posting Komentar