(Bacaan : Lukas 5 : 25-35)
Hati yang penuh dengan kedamaian dan sukacita
menjadi dambaan atau harapan setiap orang. Inilah yang dirasakan oleh Simeon orang benar dan saleh itu, pada saat
berjumpa secara langsung dengan Yesus. Kedamaian dan sukacita terlihat dari
respons Simeon yang menyambut dan menatang Yesus sambil memuji Allah. Ia
dilawat oleh Tuhan sampai tergenapi yang difirmankan atas kehidupannya. Kisah
ini menunjukan kuasa Allah yang teramat luar biasa. Apa yang difirmakan-Nya
terjadi dan menghadirkan damai dan sukacita. Pelajaran berharga yang dapat kita
petik yaitu bahwa lawatan Tuhan akan selalu menyertai mereka yang hidup di
dalam-Nya serta memelihara kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. sebagai orang
percaya kita diajarkan untuk tetap setia kepada Allah meskipun dalam segala
kelemahan dan keterbatasan sebagai manusia. Bahkan tetap memuji Tuhan atas
setiap kebaikan dan kemurahan yang Ia nyatakan dalam seluruh kehidupan kita. Memuji
kebesaran Tuhan bukan saja ketika kebutuhan dan gumulan kita di jawab oleh-Nya,
tetapi ketika berbagai ujian hidup datang silih berganti menghapiri kehidupan
kita. Kasih kemurahan Allah tidak hanya terlihat lewat setiap berkat yang kita
nikmati tetapi justru terlihat ketika kita menghadapi masalah dan mampu
melaluinya dan masih diberi kesempatan untuk hidup. Penyertaan Tuhan itu kekal.
Ia akan senantiasa menyertai hidup orang-orang yang bersandar serta percaya
kepada-Nya. Oleh sebab itu tetaplah percaya kepada Allah yang selalu melawat seluruh hidup kita. biarlah
sukacita dan damai-Nya menyertai di sepanjang perjalanan hidup.
Doa : Tuhan, kiranya damai dan sukacitaMu itu ada dan
tetap diam di dalam kami, Amin. (Sumber : LPJ GPM)
Posting Komentar
Posting Komentar