MENEGUR DENGAN BIJAKSANA

Posting Komentar

Ketika mengetahui bahwa seorang diantara kita melakukan kesalahan atau perbuatan dosa, apa yang kita lakukan? Mungkin kita akan menghinanya, menceriterakan keburukannya, bahkan menghakiminya. Padahal sebagai orang percaya kita sepatutnya saling menegur dan menasehati untuk menolong saudara kita menyadari kesalahannya dan berubah menjadi lebih baik, sebab tidak seorangpun diantara kita yang luput dari perbuatan salah. Dalam bacaan kita hari ini, kita belajar dari sikap Natan, seorang nabi yang diutus oleh Allah untuk menegur Daud atas kesalahan yang diperbuatnya. Daud telah melakukan perbuatan dosa  dengan mengambil Batseba isteri Uria dan mengatur siasat untuk membunuh Uria di medan perang. Tidak seorangpun yang berani menegur Daud atas perbuatannya, sebab pasti mereka akan berhadapan dengan berbagai risiko. Namun dengan bijaksana, Natan menjumpai Daud dan menggelisahkan hatinya  dengan sebuah kisah yang mempertentangkan “si kaya yang punya kuasa dan memiliki banyak ternak dengan si miskin yang hanya memiliki seekor anak domba”. Daud sangat tersentuh dan marah kepada si kaya yang memperdaya si miskin, namun ternyata perbuatan seperti itulah yang telah Daud lakukan terhadap Uria, seorang pahlawan perang Daud yang paling setia. Teguran Natan benar – benar menyadarkan Daud, dan akhirnya Daud menyadari dan menyesali perbuatan dosanya : “…..Aku sudah berdosa kepada Tuhan” (ay13.a), demikianlah pengakuan Daud. Karena itu, jika ada saudara kita yang kedapatan melakukan kesalahan, janganlah kita menghakiminya tanpa menolong dia untuk menyadari kesalahannya. Mintalah Roh Kudus menuntun kita untuk hidup saling menegur dan menasehati didalam kasih agar  sebagai orang percaya, kita dapat meneladani Yesus.

Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk saling menegur dan menasehati dalam tuntunan Roh-Mu, Amin.

Jemaat GPM Soya
Blog yang dibuat untuk membantu pelayanan dalam lingkungan/wilayah Jemaat GPM Soya.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter