Tuhan Allah menciptakan tiap manusia sebagai mahluk yang mulia, artinya setiap orang diciptakan dengan keunikannya tersendiri. Sehebat-hebatnya seseorang, pasti dia punya kelemahan dan seburuk-buruknya seseorang pasti dia punya kelebihan. Karena itulah menusia disebut sebagai mahluk sosial dimana mereka tidak bisa hidup sendiri tetapi saling membutuhkan. Menyadari bahwa jumlah umat Israel yang sementara melewati perjalanan panjang menuju Tanah Kanaan, dan setiap suku dari bangsa itu memiliki karakter yang berbeda, maka ketika berada di padang gurun Sinai, Tuhan berfirman kepada Musa agar menghitung jumlah seluruh umat itu menurut suku mereka, kemudian mencatat nama semua laki-laki berusia 20 tahun keatas, dan memilih seorang pemimpin dari tiap-tiap suku untuk mendampingi Musa. Hal ini penting untuk menyatukan kekuatan yang mereka miliki, tetapi juga supaya terbina keutuhan persekutuan diantara mereka. Seringkali kita tidak menyadari adanya kekuatan-kekuatan kecil dalam suatu persekutuan besar, yang harus diberdayakan. Orang lebih senang melihat keburukan orang lain daripada kelebihannya. Padahal, jika kekuatan-kekuatan kecil itu disatukan dalam suatu perjalanan kehidupan. Demikian halnya dengan kehidupan keluarga, masing-masing anggota keluarga memiliki kelebihan dan kelemahannya. Persoalannya adalah, bagaimana kekuatan itu dapat disatukan menjadi sumber daya untuk merawat keutuhan kehidupan keluarga. Proses "mencatat nama" adalah proses mengenal lebih dalam kekuatan dan keunikan setiap anggota keluarga, walaupun sangat kecil, jangan pernah diabaikan, sebab ketika disatukan akan menjadi energi yang besar.
Doa : Tuhan, ajarlah kami untuk menghargai kelebihan orang lain. Amin
Posting Komentar
Posting Komentar