Melayani untuk menyenangkan Allah harus dapat ditafsirkan sebagai upaya menjalankan kehendak Allah sembari mengalahkan kehendak diri sendiri bagi setiap pelayan Kristus, hal ini harus menjadi prioritas dan merupakan sebuah respons yang secara sadar dilakukan terhadap sebuah panggilan. Pada sisi lain, konsep melayani untuk menyenangkan Allah dapat pula dipandang sebagai suatu persembahan yang diberikan oleh umat kepada Allah sang Pencipta. Konsep persembahan hidup yang dimaksud dapat dipahami karena istilah menyenangkan Allah banyak ditemukan dalam kitab perjanjian lama khususnya dalam kitab Imamat, terkait dengan upacara keagamaan untuk mempersembahakan korban bakaran yang manis dan lezat oleh para Imam di atas mezbah. Dengan demikian setiap orang yang menjalankan tugas sebagai pelayan bukan saja tergambar dalam konteks ritual semata namun hidup sehari-hari perlu diisi dengan hal-hal penuh kasih dan kedamaian. Inilah cara untuk menyenangkan Allah.
Blog yang dibuat untuk membantu pelayanan dalam lingkungan/wilayah Jemaat GPM Soya.
Related Posts
Tema bulan ini
Gereja yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah
Bacaan hari ini
Amsal 18 : 15 - LPJ GPM

Posting Komentar
Posting Komentar