Teks
hari ini diawali dengan pertanyaan: tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait
Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Pertanyaan ini menegaskan cara
pandang Paulus yang reflektif dan dinamis. Makna bait Allah sebagai tempat
Allah hadir di tengah-tengah bangsa Israel (Hab.2:20) diartikan secara baru.
Paulus berpandangan bahwa Allah hidup dalam diri orang-orang Korintus, karena
Ia telah memberikan Roh Kudus kepada mereka. Setiap orang dari mereka adalah
kudus, seperti Bait Allah dahulu juga kudus karena kehadiran Allah di dalamnya.
Gagasan teologi Paulus ini penting, kekudusan sesuatu atau seseorang terjadi
karena kehadiran Allah yang adalah Roh. Allah hadir dalam diri setiap orang
percaya dan menjadikan mereka kudus. Bila tubuh seseorang adalah bait Allah,
maka keberadaannya adalah tanda kehadiran Allah pula. Sama seperti bait Allah
itu adalah tempat berdoa dan beribadah, demikian pula diri setiap orang
percaya. Di mana orang percaya berada di situ pula Allah hadir. Orang percaya
menjadi kudus karena Roh Allah hadir di dalam dirinya. Kita perlu secara terus
menerus menyadari bahwa diri atau tubuh setiap orang percaya sangat berharga
bagi Allah. Kehilangan kesadaran tentang berharganya diri kita bagi Allah
mengakibatkan dilakukannya tindakkan kecemaran. Allah tidak saja hadir di
tengah-tengah umat-Nya tetapi dalam diri setiap orang percaya. Ia hadir dengan
kuasa, kasih, pertolongan, penghiburan dan berkat-Nya. Allah bukan saja hadir
di antara atau bersama umat-Nya, tapi dalam diri kita masing-masing. Jadilah
kuat dan tenang serta hadapilah hidup ini dengan apa pun kenyataannya. Kita
tidak hidup sendiri tetapi bersama-sama dengan Roh Allah. Tuntunan-Nya
menguatkan dan menghibur serta meluputkan dari mara bahaya. Ingatlah bahwa kita
adalah ciptaan Allah yang sangat baik. Semua hal yang baik dalam kehidupan
manusia dimulai dari diri setiap orang percaya yang tetap memelihara kekudusan.
Doa: Ya Roh Kudus, tetaplah bersemayam di hidup kami.
Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar