Pemberontakan biasanya lahir dari
ketidakpuasan. Korah dan orang-orang Lewi lainnya yang bukan keluarga Harun
tidak boleh melakukan kewajiban imam (3:1-10). Mereka memberontak karena ingin
memiliki hak khusus imam seperti yang dimiliki anak-anak Harun. Datan, Abiram
dan On ketiganya berasal dari suku Ruben. Mereka percaya bahwa semua orang
Israel adalah orang kudus (ay.3) dan pantas memiliki hak khusus imam. Rasa
tidak puas menyebabkan mereka bersama dengan 250 orang lainnya memberontak
kepada Musa dan Harun. Mereka bahkan memfitnah dengan mengatakan bahwa Musa dan
Harun meninggikan diri, padahal motif pemberontakan sesungguhnya adalah karena
iri hati dan dengki. Apa yang dilakukan oleh Korah, Datan dan Abiram bukanlah
sebuah perbuatan yang terpuji. Mereka tidak mampu menjaga kekudusan hidup di
hadapan Tuhan. Melakukan hal hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan hanya
karena ambisi dan kepentingan diri sendiri. Selain itu, memfitnah orang lain
untuk membenarkan diri adalah hal yang tidak pantas untuk dilakukan oleh orang
yang percaya kepada Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kita untuk hidup seperti
itu. Terkadang tanpa sadar kita pun bisa jadi seperti Korah, Datan dan Abiram,
memberontak kepada Allah dan tidak menjaga kekudusan hidup dihadapan-Nya. Kita memelihara
sikap iri hati dan dengki bahkan memfitnah orang hanya untuk kepentingan
pribadi. Pesan nas hari ini mengingatkan kita untuk tetap memelihara kekudusan
di hadapan Tuhan sehingga berkat-Nya senantiasa mengalir dalam kehidupan dengan
limpahnya. Hiduplah kudus dan hindarilah menyelesaikan masalah dengan jalan
kekerasan.
Doa: Tuhan ajarkanlah kami untuk tetap menjaga kekudusan hidup melalui tutur
kata dan perbuatan yang bermakna, Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar