HINDARILAH MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN KEKERASAN

Posting Komentar
Bacaan. Bilangan 16 : 1 - 7
Pemberontakan biasanya lahir dari ketidakpuasan. Korah dan orang-orang Lewi lainnya yang bukan keluarga Harun tidak boleh melakukan kewajiban imam (3:1-10). Mereka memberontak karena ingin memiliki hak khusus imam seperti yang dimiliki anak-anak Harun. Datan, Abiram dan On ketiganya berasal dari suku Ruben. Mereka percaya bahwa semua orang Israel adalah orang kudus (ay.3) dan pantas memiliki hak khusus imam. Rasa tidak puas menyebabkan mereka bersama dengan 250 orang lainnya memberontak kepada Musa dan Harun. Mereka bahkan memfitnah dengan mengatakan bahwa Musa dan Harun meninggikan diri, padahal motif pemberontakan sesungguhnya adalah karena iri hati dan dengki. Apa yang dilakukan oleh Korah, Datan dan Abiram bukanlah sebuah perbuatan yang terpuji. Mereka tidak mampu menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan. Melakukan hal hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan hanya karena ambisi dan kepentingan diri sendiri. Selain itu, memfitnah orang lain untuk membenarkan diri adalah hal yang tidak pantas untuk dilakukan oleh orang yang percaya kepada Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kita untuk hidup seperti itu. Terkadang tanpa sadar kita pun bisa jadi seperti Korah, Datan dan Abiram, memberontak kepada Allah dan tidak menjaga kekudusan hidup dihadapan-Nya. Kita memelihara sikap iri hati dan dengki bahkan memfitnah orang hanya untuk kepentingan pribadi. Pesan nas hari ini mengingatkan kita untuk tetap memelihara kekudusan di hadapan Tuhan sehingga berkat-Nya senantiasa mengalir dalam kehidupan dengan limpahnya. Hiduplah kudus dan hindarilah menyelesaikan masalah dengan jalan kekerasan.
Doa: Tuhan ajarkanlah kami untuk tetap menjaga kekudusan hidup melalui tutur kata dan perbuatan yang bermakna, Amin.
Jemaat GPM Soya
Blog yang dibuat untuk membantu pelayanan dalam lingkungan/wilayah Jemaat GPM Soya.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter