Tuhan, siapakah yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? dan diam di
gunung-Mu yang kudus? Pertanyaan ini berdasar pada temuan pemazmur terhadap
cara hidup orang Israel. Mereka tidak lagi hidup benar di hadapan Allah. Pertanyaan
ini dikemukakan secara reflektif dan dimaksudkan sebagai upaya penyadaran. Umat
Israel haruslah menyadari kesalahan, mohon pengampunan, bertobat dan hidup
berkenan pada Allah. Kemah Allah atau Bait Allah adalah tempat yang dikuduskan
dalam tradisi bangsa israel dan oleh karena itu mereka yang ingin datang ke sana
haruslah kudus. Hidup umat Allah harus dicirikan dengan berlaku adil,
mengatakan kebenaran, tidak menyebarkan fitnah, tidak berbuat jahat terhadap
sesama, dan tidak mengambil untung dari orang lain. Pemazmur sesungguhnya
sedang mendaftarkan cara orang menaati Tuhan. Semua perbuatan ini didasarkan
pada hukum Taurat. Cara-cara ini
diperintahkan Tuhan untuk dilakukan umat-Nya demi keadilan dan mencegah
terjadinya kemiskinan. Hidup sebagai umat Tuhan haruslah kudus dan kuat atau
tidak goyah. Kudus berarti “dipisahkan” atau “disendirikan”. Maksudnya, hidup
umat Allah itu sesungguhnya berbeda atau tidak sama dengan mereka yang lain
sekalipun berada secara bersama-sama. Kudus menjadi tanda atau ciri pembeda
yang membedakan umat Tuhan dengan mereka yang tidak seiman. Jadi sebenarnya
hidup dalam kekudusan merupakan panggilan dan proses yang dilalui dengan usaha
bersungguh-sungguh. Hidup umat Tuhan sejatinya diorientasikan atau diarahkan
pada ketercapaian keadaan menjadi kuat. Persekutuan umat yang kudus harus kuat
baik secara iman, sosial maupun ekonomi. Hidup yang kudus ditandai dengan ciri,
menaati Tuhan, tak ada pertikaian dan cukup ekonomi.uhan, siapakah yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? dan diam di
gunung-Mu yang kudus? Pertanyaan ini berdasar pada temuan pemazmur terhadap
cara hidup orang Israel. Mereka tidak lagi hidup benar di hadapan Allah. Pertanyaan
ini dikemukakan secara reflektif dan dimaksudkan sebagai upaya penyadaran. Umat
Israel haruslah menyadari kesalahan, mohon pengampunan, bertobat dan hidup
berkenan pada Allah. Kemah Allah atau Bait Allah adalah tempat yang dikuduskan
dalam tradisi bangsa israel dan oleh karena itu mereka yang ingin datang ke sana
haruslah kudus. Hidup umat Allah harus dicirikan dengan berlaku adil,
mengatakan kebenaran, tidak menyebarkan fitnah, tidak berbuat jahat terhadap
sesama, dan tidak mengambil untung dari orang lain. Pemazmur sesungguhnya
sedang mendaftarkan cara orang menaati Tuhan. Semua perbuatan ini didasarkan
pada hukum Taurat. Cara-cara ini
diperintahkan Tuhan untuk dilakukan umat-Nya demi keadilan dan mencegah
terjadinya kemiskinan. Hidup sebagai umat Tuhan haruslah kudus dan kuat atau
tidak goyah. Kudus berarti “dipisahkan” atau “disendirikan”. Maksudnya, hidup
umat Allah itu sesungguhnya berbeda atau tidak sama dengan mereka yang lain
sekalipun berada secara bersama-sama. Kudus menjadi tanda atau ciri pembeda
yang membedakan umat Tuhan dengan mereka yang tidak seiman. Jadi sebenarnya
hidup dalam kekudusan merupakan panggilan dan proses yang dilalui dengan usaha
bersungguh-sungguh. Hidup umat Tuhan sejatinya diorientasikan atau diarahkan
pada ketercapaian keadaan menjadi kuat. Persekutuan umat yang kudus harus kuat
baik secara iman, sosial maupun ekonomi. Hidup yang kudus ditandai dengan ciri,
menaati Tuhan, tak ada pertikaian dan cukup ekonomi.
Doa: Ya Tuhan, layakanlah kami untuk hidup
dalam kekudusan.
Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar