Pendeta Eka Darmaputera (alm), seorang pendeta dan teolog Indonesia mengatakan: bukan apa yang kita pikirkan, tetapi apa yang kita lakukan. Bukan apa yang kita rumuskan, tetapi apa yang kita laksanakan. Bukan oleh teori yang hebat, tetapi oleh praktek. Di situlah wajah kita dilihat orang. Kasih adalah sebuah tindakkan nyata, yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh dunia yang ada di sekeliling kita. Sebuah sikap/perbuatan tanpa kemunafikan, tetapi ketulusan dan kejujuran. Sikap dan hidup yang seperti inilah yang sedang dicari oleh manusia dan dunia. Tindakan dan perbuatan hidup seperti itulah yang dinanti-nantikan oleh manusia. Namun banyak orang berkata, "Aku akan mengasihi kamu jika kamu mengasihiku." Itulah prinsip kasih dunia: pengorbanan yang bersyarat. Kasih semacam itu bukanlah kasih sejati. Kasih pada hakikatnya adalah untuk diberikan. Kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi atau berbuat sesuatu. Allah telah memberikan bukti nyata bagaimana Dia mengasihi kita. Artinya kita menerima kasih-Nya terlebih dahulu baru kemudian mengasihi. Jadi kekristenan adalah kasih. Semua aktivitas yang kita lakukan dalam hidup harus berpusat pada kasih. Tanpa kasih semuanya sia-sia! Seperti kata Paulus, "...jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna...sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku" (1 Korintus 13:1-3). Sampai hari ini, kita perlu mengingat pesan penting yang disampaikan Kristus kepada murid-murid-Nya bahwa setiap kali kita menunjukkan kasih kepada sesama kita, kita sedang memperlihatkan Kristus kepada dunia. Teruslah saling mengasihi agar dunia tahu bahwa kita adalah murid Kristus.
Doa: Tuhan, tolonglahlah kami supaya hidup saling mengasihi sama seperti Engkau telah mengasihi kami. Amin.

Posting Komentar
Posting Komentar