Paulus melayani di jemaat Korintus selama satu
setengah tahun. Sudah banyak yang ia ajarkan dan teladankan kepada jemaat di
sana. Namun hal itu tidak cukup meyakinkan mereka, sebaliknya kerasulannya
diragukan. Paulus sudah berlelah dalam pelayanan tetapi tidak dihargai. Sekalipun
demiikian ia sama sekali tidak marah dan kecewa tetapi tetap mengasihi mereka. Paulus
menyadari keberadaan dirinya selaku rasul Kristus. Ia sadar akan statusnya
sebagai hamba Allah, pelayan yang diutus untuk menuntun orang lain kepada
Kristus. Risiikonya adalah dianggap bodoh dan hina karena Kristus, melakukan
pekerjaan yang berat, memberkati orang yang memaki, sabar menanggung
penganiayaan. Paulus menegaskan bahwa “Kerajaan Allah bukan terdiri dari
perkataan tetapi dari kuasa”. Artinya bahwa kekuatan Allah-lah yang memampukan
seseorang membangun jemaat, bukan karena kehebatan berkata-kata. Karena itu,
tidak ada hal yang patut disombongkan dalam pelayanan. Semuanya karena kasih
karunia Allah. Sikap hidup Paulus yang merendahkan diri semestinya membelajarkan kita semua bahwa
adalah kasih karunia jika kita dipanggil
dan dipercayakan tanggungjawab pelayanan. Melayani bukanlah kesempatan untuk
mendapatkan keuntungan atau kepujian diri. Seorang pelayan terpanggil untuk
melayani dengan kerendahan hati bagi kemuliaan-Nya. Bersyukurlah senantiasa,
teruslah melayani dan hiduplah dalam kerendahan.
Doa: Tolonglah
kami ya Tuhan. untuk selalu hidup rendah hati, Amin.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar