Doa: Tuhan, kami bersyukur atas anugerah-Mu dalam hidup ini. Amin
TANAH MERUPAKAN PEMBERIAN TUHAN, GUNAKAN SESUAI KEHENDAKNYA
Fakta saat ini, tanah bukan saja menjadi tempat manusia hidup,
lahan yang dapat dikelola demi pemenuhan kebutuhan hidup dan
sumber kesejahteraan, tapi juga menjadi sumber sengketa yang
menghancurkan hubungan keluarga, saudara, tetangga, marga,
kelompok dan sebagainya. Hal ini adalah akibat dari praktek jualbeli tanah dan perebutan tanah. Masalah perebutan tanah
dihadapi oleh umat Israel sampai saat ini (misalnya: IsraelPalestina). Padahal jika kita mau jujur, tanah bukan miliki siapasiapa tapi tanah adalah milik Allah. Hal ini dijelaskan dalam
perikop bacaan kita tadi, ayat 23 yang menyebutkan “ Akulah
pemilik tanah itu”. Allah menyatakan diri-Nya sebagai Pemilik
tanah sedangkan manusia dipercayakan untuk berdiam dan
mengelola tanah bagi kehidupannya. Sejak di Kanaan, dilakukan
pembagian tanah kepada suku di Israel dan sesuai jumlah
keluarga secara adil (Bilangan 26:52-56; Yosua 13-21).
Pembagian tanah bertujuan agar setiap keluarga didalam suku
mendapatkan tanah untuk didiami. Tanah tersebut juga dapat
dikelola demi pemenuhan kebutuhan hidup. Itulah sebabnya,
tanah tidak boleh dijual mutlak (untuk selama-lamanya). Ada
kesempatan dan peluang untuk memperolehnya kembali. Aturan
ini menghindari praktek orang-orang kaya sebagai pemilik modal
yang bisa mengambil tanah orang kecil yang tidak berdaya dan
tidak mampu melunasi hutang. Ayat 25-28, “ Jika seseorang jatuh
miskin dan menjual warisannya kepada orang lain, maka saudara
terdekatnya dapat menebus tanah tersebut dan dikembalikan
kepada pemiliknya. Jika seorang miskin tidak dapat menebus
tanah miliknya, maka ia harus menunggu sampai tahun Yobel
(tahun pembebasan). Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa
Tuhan Pemilik tanah, bukan manusia. Karena itu, tanah harus
dimanfaatkan dengan baik demi pemenuhan kebutuhan hidup.
Hindari jual beli-tanah dan perebutan tanah yang mengakibatkan
perselisihan bahkan pembunuhan.
.png)
Posting Komentar
Posting Komentar