BEKERJA KERAS, TEKUN DAN ULET

Posting Komentar
Bacaan. Pengkhotbah 2 : 4-6
Bekerja telah menjadi kewajiban kita semua. Karena itu perilaku kerja keras, tekun dan ulet sangat dianjurkan menjadi perilaku manusia ketika bekerja. Akan tetapi perilaku tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disebabkan antara lain sifat kemalasan. Oleh karena itu dibutuhkan niat yang tulus dan pembiasaan diri agar perilaku itu sedikit demi sedikit akan tumbuh dan menjadi kebiasaan. Dalam nas bacaan hari ini pengkhotbah menyampaikan bagaimana ia selalu berupaya membangun sikap kerja keras dengan tidak membiarkan tangannya tetap diam. Selalu saja ada sesuatu yang dilakukannya dengan tekun dan ulet. Membangun rumah dan mengusahakan kebun-kebun dan sebagainya. Semua yang dikerjakan dengan penuh kerja keras, ketekunan dan keuletan, pasti membuahkan hasil yang memadai. Hasil kerja karas itu membuat kehidupan terjamin. Apa yang menjadi kebiasaan pengkhotbah, menjadi pembelajaran juga bagi kita. Jika kita sungguh-sungguh bekerja keras dengan tekun dan ulet, Tuhan akan memberkati. Bukan seolah-olah terlibat seperti kita berambisi, tetapi kita mau mengerjakan pekerjaan yang menjadi kewajiban itu dengan baik. Karena itu, tetaplah kerjakan pekerjaan kita dengan penuh tanggungjawab. Jangan mudah berputus asa dan menyerah dan bekerja. Yakinlah bahwa buah dari kerja keras, ketekunan dan keuletan adalah berkat sukacita. Itulah yang disediakan Tuhan bagi setiap orang yang mencari dan mendapatkan berhkatnya dengan cara jujur, bekerja keras, tekun dan ulet.
Doa: Tuhan, berilah semangat untuk kami bekerja keras, tekun dan ulet. Amin.
Jemaat GPM Soya
Blog yang dibuat untuk membantu pelayanan dalam lingkungan/wilayah Jemaat GPM Soya.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter