(Bacaan : Yesaya 9 : 1-9)
Beberapa hari lagi semua
umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan Kelahiran Sang Juruselamat,
Yesus Kristus. Euforia menyambut kelahiran Yesus dirasakan sejak memasuki bulan
Ber-Ber (September, Oktober, November, Desember). Kidung natal terdengar di setiap
sudut jalan, gang-gang, bahkan mall-mall. Pernak-pernik natal menghiasi setiap
swalayan dan mengundang ibu-ibu rumah tangga untuk berbelanja atau sekedar
hanya untuk ‘cuci mata’. Kelahiran Raja Damai merupakan perikop bacaan kita
hari ini yang menjelaskan tentang datangnya seorang Pelepas untuk menuntun umat Allah kepada Sukacita, Damai Sejahtera,
Kebenaran, Keadilan dan Kedamaian. Dialah Mesias, Yesus Kristus, Anak Allah
(ay.5). Nabi Yesaya secara tegas menyampaikan kabar sukacita bahwa akan datang
Raja Damai kepada setiap umat Allah untuk menyelamatkan dan membawa kedamaian
bagi kehidupan mereka. Kelahiran Raja Damai adalah Berita yang membawa sukacita
karena Sang Juruselamat, yakni Yesus Kristus telah meninggalkan segala
kemuliaan-Nya dan mendamaikan Diri-Nya dengan kita. Tuhan Yesus tidak menyamar
sebagai manusia, namun IA benar-benar telah menjadi manusia. Melalui Tuhan
Yesus, kita pun diperdamaikan dengan Allah, oleh Karena itu kita mesti
menampakkan damai dari Allah itu di dalam kehidupan kita. Baiknya kita menjadi
agen-agen perdamaian di dalam keluarga, jemaat bahkan masyarakat. Disadari
bahwa manusia tidak dapat mewujudkan kedamaian tanpa Tuhan, oleh sebab itu
mintalah hikmat Kristus untuk menuntun kita agar mampu menghadirkan kedamaian
bagi sesama.
Doa : Ya Tuhan… Penuhilah hidup kami dengan Roh
kedamaian, agar kami siap menjadi agen pendamai bagi sesama. Amin. (Sumber : LPJ GPM)
Posting Komentar
Posting Komentar