Menjadi teladan bukanlah
hal mudah. Orang yang menjadi teladan artinya orang yang patut ditiru atau
dijadikan panutan oleh orang lain.
Ia menjadi role model bagi orang lain. Di dalam keluarga, jemaat, gereja dan
masyarakat, kita akan selalu membutuhkan orang-orang yang dapat diteladani
dalam sikap, tuturkata dan perilaku hingga teladan iman setiap hari. Dalam
alkitab kita pun bisa menemukan banyak contoh orang-orang yang penuh
keteladanan. Rasul Paulus adalah salah satunya. Ia memberi
nasehat kepada jemaat di Filipi
“ikutilah teladanku sama seperti aku telah mengikuti teladan Kristus.” Apa yang perlu diteladani dari Paulus? Kehidupannya
ternyata sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus sehingga ia benar-benar mengerti
bahwa keberadaan hidupnya hanya untuk Tuhan. Paulus tidak pernah memikirkan
dirinya sendiri. Yang dipikirkan hanyalah bagaimana ia bisa memuliakan nama
Kristus yang telah mati bagi dirinya, baik melalui kehidupan maupun
kematiannya. Itulah sebabnya ia tetap
berdiri teguh melayani dan memberitakan Injil.
Berdiri teguh menunjuk kepada sikap hidup dan pendirian tidak berubah, tidak
goyah namun memiliki sikap hidup setia dan tetap beriman didalam kondisi dan
situasi apapun. Itulah hal yang patut diteladani dari Paulus. Pertanyaannya, ada berapa banyak sosok yang layak
untuk diteladani di hari-hari penantian ini? Apakah kita sendiri sudah siap dan sanggup menjadi teladan? Belajar
dari apa yang dinasihatkan Paulus kepada jemaat di Filipi dan ia mencontohkan
dirinya sendiri, marilah kita pun menjadi teladan kebaikan dan teladan iman,
tidak goyah dalam situasi apapun.
Doa: Mampukan kami menjadi teladan iman dan
kebaikan. Amin.
Posting Komentar
Posting Komentar