HIDUP DENGAN BERPENGHARAPAN

Posting Komentar

(Bacaan : Roma 15 : 12-13)

Apakah hidup kita sekarang lebih baik daripada dulu? Ada yang menjawabnya,belum tentu!. Sebab kenyataannya sekalipun kita hidup dengan segala kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun kita masih menghadapi banyak masalah. Kemiskinan, keterbelakangan, bencana alam, masalah kemanusiaan bahkan pandemi virus corona masih menjadi wajah kehiduoan saat ini. begitu banyak peristiwa dan tragedi yang mengancam dan merenggut nyawa dan membuat pedih hati kita.. Dalam kondisi demikian, apakah iman kita dapat menjadi landasan yang kokoh untuk bertahan menghadapi situasi ini dan masih adakah harapan yang kita miliki akan hadirnya sebuah kehidupan yang jauh lebih baik ke depan?. Kegelisahan itu dirasakan pula oleh bangsa Israel masa lampau. kapankah masanya sebuah pemerintahan yang adil dan benar, yang memberikan kesejahteraan kepada umat akan mereka nikmati? Dalam kegelisahan itu nabi Yesaya tampil dengan nubuatannya, “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan”. Ini pula yang diulangi dan ditegaskan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma. Jadi,  pengharapan itu berasal dari penyerahan hidup kepada Allah melalui  kekuatan Roh Kudus. Karena itu, orang yang berpengharapan selalu bersikap optoimis, sanggup menghadapi berbagai tantangan hidup, karena ia memilih berserah pada  kehendak Tuhan. Itulah sikap pengharapan kita yang harus dimiliki di minggu-minggu adventus ini. 

Doa: Tolonglah kami ya Roh Kudus, tetap berpengharapan dalam segala situasi hidup. Amin (Sumber : LPJ GPM)
Jemaat GPM Soya
Blog yang dibuat untuk membantu pelayanan dalam lingkungan/wilayah Jemaat GPM Soya.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter