Allah
bangkit maka terseraklah musuh-musuhNya, kenyataan ini disambut dengan sukacita
oleh orang-orang benar. Pengalaman iman
umat pilihan Allah Israel ketika mereka keluar dari tanah perbudakan Mesir menuju tanah
perjanjian Kanaan, berapa banyak Tuhan Allah menghalau segala tantangan dan
ancaman bagi umat pilihanNya itu. Baik manusia maupun kekuatan dan kedasyatan
alam takluk dalam kuasa dan kemuliaan Allah. Bangsa-bangsa dengan segala
kekuatan mereka mencoba untyuk melawan namun mereka hancur dan binasa. Ibarat
asap yang hilang tertiup angin serta lilin yang meleleh di depan api,
seperti itu orang-orang fasik yang tidak percaya dan mengenal Allah. Kontras
dengan kehidupan orang benar yang percaya serta
yakin akan kemahakuasaan Allah yang selalu hadir dan nyata dalam seluruh
perjalanan kehidupan mereka. Oleh pemazmur digambarkan kehadiran Allah seperti
seorang bapak bagi anak yatim dan menjadi suami bagi yang janda serta memberi
perlindungan bagi yang sebatang kara. Kehadiran Allah tergenapi melalui
kelahiran dan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mesias Anak Allah yang
menyelamatkan umat manusia dan dunia dari penghukuman dosa. Kita bersyukur dan
bersukacita menyambut karya keselamatan Allah dalam Kristus. Sekalipun ada
banyak tantangan dan persoalan bahkan ancaman yang kita hadapi, namun
kuasa dan kemuliaan
Allah dalam kasih Kristus selalu nyata dalam
perjalanan kehidupan kita sebagai keluarga Allah. Hal ini patut
kita sambut dengan sukacita dan terwujud
melalui sikap dan perilaku hidup yang bersyukur serta setia dan taat kepadaNya.
Doa:
Tuhan, kami bersukacita menyambut karya keselamatanmu. Amin. (Sumber : LPJ GPM)
Posting Komentar
Posting Komentar