Pertama, ketika Roh Kudus menjamah Zakharia, segera ia
meresponnya dengan ungkapan pujian untuk memuliakan Allah yang besar. Isi
nyanyian Zakharia antara lain pujian kepada
Allah karena Allah telah melawat umat-Nya, Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada
nenek moyang Israel dan atas perbuatan Allah yang telah memilih dia sebagai
ayah seorang nabi besar, nabi pembuka jalan bagi Mesias yang akan datang. Roh
Kudus yang ada pada orang tua mewarnai didikan kepada anaknya sehingga Yohanes
bertumbuh semakin besar dan makin kuat rohnya. Kedua, Zakharia dibentuk Allah menjadi teladan bagi
kita yang mungkin meragukan Allah dan mulai tidak taat. Sesuatu yang sulit
diterima oleh pikiran Zakharia, karena usianya yang telah lanjut, membuat dia
ragu terhadap janji Allah. Keraguan terhadap janji Allah menyebabkan dia bisu
sampai anaknya lahir. Sebagai seorang imam yang mempunyai tugas sebagai
perantara antara umat dengan Allah, tidak bisa berbicara merupakan hal yang
sangat berat. Tetapi pada Akhirnya Zakharia percaya dan sangat bersyukur akan
rencana Allah dalam hidupnya. Jangan meragukan rencana Allah dalam hidup dan
masa depan kita karena rencana Allah itu indah pada WaktuNya dan pasti akan
digenapi. Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Tuhan begitu memperhatikan kita dan
sangat peduli. Sama seperti seorang ayah
yang selalu ingin memberikan yang terbaik begitu juga Allah yang selalu ingin
memberi yang terbaik. Percayakah kita kepadaNya?
Doa : Ya
Tuhan, terima kasih Engkau selalu melawat dan memperhatikan
kami serta selalu merancangkan yang terbaik untuk kehidupan kami. Amin. (Sumber : LPJ GPM)
Posting Komentar
Posting Komentar