Masih ingatkah salah satu kartun Walt Disney yang terkenal dengan tiga ekor babi? Kisahnya menceritakan tiga ekor babi yang harus membangun tempat perlindungan paling aman dari ancaman serigala jahat. Mereka sama-sama membangun rumah, dengan cara dan dasar yang berbeda. Yang satu membangunnya dari jerami, yang satu dari kayu, sedang saudaranya satu lagi membangun dengan batu bata dan semen. Yang membangun dengan jerami dan kayu tentu pekerjaannya lebih cepat selesai sehingga mereka sempat menertawakan saudara tertuanya yang masih tekun menumpuk batu bata dan menyatukannya dengan semen. Tapi kakak tertua tetap tekun membangunnya. Pada satu ketika, serigala jahat pun datang. Rumah dari tumpukan jerami dengan mudah diluluh lantakkan dengan sekali hembus, dan kaburlah si adik terkecil dengan ketakutan. Ia lari berlindung di rumah kakaknya yang dibangun dari kayu. Rumah itu pun dengan mudah dirobohkan oleh si serigala jahat. Seketika mereka berdua berhamburan ketakutan, dan lari ke rumah kakak tertuanya. Di sana mereka aman dari kejaran serigala jahat karena sang serigala tidak mampu merubuhkan rumah yang kokoh dibangun di atas dasar kuat. Demikian halnya yang diajarkan Yesus melalui perumpamaan dua macam dasar ini. Ia mengingatkan kita, bangunlah hidup kita diatas fondasi iman yang kuat dalam Kristus dan firman-Nya. Karena dengan begitu kita akan kokoh dalam segala situasi, dan tidak akan mudah goyah ketika angin ribut, badai dan banjir. Ketika persoalan datang menghampiri, kita akan tetap kuat bertahan, karena kita bukan hanya mendengar firman-Nya, tapi mau melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Doa: Ya Tuhan, Engkaulah fondasi dasar yang kuat bagi bangunan hidup kami kini dan selamanya, amin

Posting Komentar
Posting Komentar