Untuk memnuhi kebutuhan hidup, setiap hari orang harus bekerja, baik sebagai petani, nelayan, pegawai negeri sipil, atau kerja jasa lainnya seperti tukang kayu, tukang batu, ojek dan sebagainya. Namun tidak sedikit orang yang menganggap bahwa pekerjaan hanyalah suatu kewajiban yang harus dikerjakan setiap hari dan tidak jarang orang pun menjadikan pekerjaan itu sebagai beban. Sekecil apapun hal yang sedang kita kerjakan, namun jika dilakukan dengan sepenuh hari, maka akan menghasilkan sesuatu yang berdampak bagi orang disekitarnya. Sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan senang hati dan bersungguh-sungguh, pasti hasilnya akan jauh berbeda dengan mereka yang bekerja dengan separuh hati karena terpaksa. Ketika Titus dipercayakan oleh Rasul Paulus untuk melakukan tugas pelayanan di Korintus, Titus meresponsnya dengan sungguh-sungguh tanpa mengeluh. Titus melayani dengan rela hati, tanpa ada paksaan dari siapapun. Karena itu Rasul Paulus menyebut Titus sebagai orang yang terpuji dalam komitmen terhadap pekerjaanya. Jika kita melakukan suatu tugas yang dipercayakan kepada kita dengan senang hati dan penuh sukacita, maka tugas dan tanggungjawab sebesar apapun akan terasa ringan dan menyenangkan. Sikap ini sepatutnya ditumbuhkan dari dalam keluarga, dengan memahami bahwa bekerja adalah anugerah Allah. Setiap anggota keluarga diberi tanggungjawab untuk bekerja mulai dari hal yang sederhana, agar mereka kelak bertanggungjawab untuk pekerjaan yang lebih besar.
Doa : Tuhan, apapun yang kami kerjakan, biarlah jadi kemuliaan bagi Namu-Mu, Amin

Posting Komentar
Posting Komentar