Nas Bacaan : Pengkhotbah 8 : 4-17 9 (Tematis)
Seringkali kita tidak memahami maksud dan rencana Tuhan,ketika ada orang jahat yang pantas mendapat hukuman malah dibebaskan, sebaliknya orang benar dijatuhi hukuman seperti seorang penjahat. Ada orang benar yang hidupnya menderita sakit penyakit, kena musibah dan bencana, sementara hidup orang fasik selalu sukses dan bahagia. Apakah Tuhan membiarkan saja orang benar itu menderita dan orang fasik beria-ria dengan kefasikan mereka? Pengkhotbah melihat dan merenung bahkan memeriksa semua realita kehidupan menusia dengan hikmatnya dan ia mengatakan bahwa semuanya sia-sia sebab tidak masuk akal. Sesungguhnya tidak seorangpun yang sanggup menyelami seluruh rencana dan pekerjaan Allah, kelaupun apa yang kita harapkan tidak menjadi kenyataan, namun tidak akan dapat membatasi karya Allah yang terus berlangsung dari tak akan pernah berhenti untuk sebuah kebaikan dan keadilan bagi hidup kita. Kita tidak perlu memandang pada kelebihan, kesuksesan, kebahagiaan orang lain, apalagi kalau kita memandang dengan rasa iri dan cemburu, tetapi teruslah memandang pada Kristus yang rela menanggung siksa dosa kita, terpaku di tiang Kayu Salib, yang mengajarkan kepada kita tentang ketaatan, kesetiaan, kerelaan untuk menanti penggenapan karya Allah yang memuliakan dan menyelamatkan setiap orang yang dikehendakiNya. Hidup menusia itu singkat, namun sangat berharga di mata Tuhan, sebab hidup kita adalah anugerah/pemberian Tuhan. Karena itu hidup harus dijalani secara bertanggungjawab dan berkualitas dengan berpegang pada FirmanNya.
Doa : Tuhan, ajarlah kami untuk berpegang pada FirmanMu. Amin
Posting Komentar
Posting Komentar