Nas Bacaan : Amsal 4 : 1 - 13 (Tematis)
Dalam masyarakat medern, pendidikan kepada anak cenderung diserahkan kepada lembaga pendidikan di luar keluarga (PAUD/TK/SD/SM-TPI dst). Para orang tua mulai lupa bahwa sekolah pertama itu adalah keluarga dan orang tua (Papa / Mama) adalah pendidiknya. Proses pendidikan dalam keluarga itu berdampingan dengan pendidikan di sekolah karena saling melengkapi. Orang tua beriman yang bijak akan selalu sadar bahwa ajaran tentang hikmat itu penting dan kerena itu kelanjutan ajaran hikmat yang pernah diterimanya harus diwariskan kepada anak-anak sehingga anak-anak tidak hanya pintar secara pengetahuan saja tetapi juga memiliki karekater yang lahir dari ajaran-ajaran iman yang menuntun kepada hidup yang benar dan sukses. Sebab hikmat dan kepandaian itu lebih berharga dari semua barang berharga apapun. seperti emas atau pun permata. Dengan memilki hikmat dan kepandaian maka seseorang akan tahu bagaimana menjalani hidup dengan benar sesuai dengan kehendak Allah. Karena itu orang tua yang bijak akan mendorong dan memotivasi anak-anaknya untuk mencintai hikmat dan didikan demi hidup yang diberkati Tuhan. Salomo bisa menjadi orang yang berkuasa dan memiliki banyak kekayaan namun berhikmat, karena peran orang tuanya yang sejak kecil selalu mengajarkan hikmat kepadanya. Dan ia pun mengajari anak-anaknya dan bahkan semua umat Israel untuk selalu mencintai hikmat dan didikan yang diajarkan kepada mereka. Semoga dalam pekan pembinaan keluarga kita sebagai orang tua menyadari bahwa kita memiliki wibawa ilahi sebagai wakil Allah di bumi ini yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anak, dan sebagai anak-anak harus menaati didikan ayah dan ibu yang membimbing kepada hidup yang bahagia dan sejahtera.Doa : Tuhan, tuntunlah kami untuk mewariskan nilai-nilai takut akan Tuhan bagi anak-anak kami. Amin
Posting Komentar
Posting Komentar