Para murid Yesus tidak mempunyai perasaan yang sama seperti guru mereka dan juga tidak yakin bahwa Yesus mampu melakukan mukjizat yang sama di lingkungan orang non Yahudi. Yesus secara khusus memberitahu mereka bahwa hati-Nya tergerak oleh belas kasihan menyaksikan orang banyak yang sudah lelah dan kelaparan setelah tiga hari mengikut Dia. Ia tidak dapat menyuruh mereka pulang karena mereka akan pingsan di jalan, tetapi ingin memenuhi kebutuhan fisik mereka. Pertanyaan para murid tentang bagaimana dapat memberi orang banyak itu makanan, memperlihatkan keraguan dan ketidakpedulian mereka (38). Sekali lagi dengan hanya tujuh roti dan beberapa ikan kecil, Yesus bersyukur dan melipatgandakannya serta kembali memakai para murid-Nya menyalurkan berkat itu kepada orang banyak. Hasilnya, semua orang dapat makan sama kenyang dan masih tersisa tujuh keranjang besar yang penuh. Keraguan para murid terkadang juga menjadi keraguan kita. Namun Yesus mengharapkan kita untuk jangan pernah meragukan kuasa-Nya. Kristus yang bangkit memberikan jaminan bahwa dengan apa yang ada pada kita, DIA akan mencukupkan. Bila kita merasa potensi dan kemampuan kita tidak seberapa, jangan cemas, tetapi serahkanlah kepada Yesus. la akan mencukupkan kita untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Karena itu tetaplah menunjukkan belas kasihan dan kepedulian terhadap semua orang yang lemah dan membutuhkan.
Doa: Bapa kami percaya berkatMu melimpah. Jadikan kami saluran berkat-Mu. Amin.
Posting Komentar
Posting Komentar