(Bacaan : Lukas 1 : 26-38)
Sejak
dahulu orang yang hamil tanpa status pernikahan itu dianggap aib. Karena itu,
siapa pun perempuan yang mengalaminya akan menutupinya sedapat mungkin. Bila
ketahuan pasti mendapatkan sanksi sosial, dikucilkan, dan harus menanggung
malu. Dalam budaya Yahudi tempat Maria hidup, hukumannya dirajam batu karena
dianggap berzinah. Karena itulah, ketika malaikat Gabriel datang
kepadanya memberitahukan bahwa ia akan mengandung, Maria berkata, “Bagaimana
hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?”
Maria pasti membayangkan betapa dahsyat hukuman yang akan diperolehnya. Ia
pasti bergolak secara mental. Apa kata orang dan pembelaan apa yang akan
disampaikannya? Tetapi ia memilih taat atas berita itu. Simaklah perkataannya, “Sesungguhnya
aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Ia
tidak menolak, tetapi menerimanya dengan sepenuhnya berserah kepada Allah.
Maria tahu bahwa Allah, yang kepada-Nya ia percaya, berkuasa menolong dan
melindunginya. Di malam natal ini marilah kita merenung dan introspeksi diri
apakah kita sudah benar-benar berserah terhadap rencana-Nya. Apakah kita mau
mengikuti apa yang Allah kehendaki dengan rendah hati dan setia. Seperti Maria
walaupun ia tahu akan ada konsekuensi dibalik keputusannya, tetapi ia lebih
memilih rendah hati dengan menerima apa yang dpercayakan kepadanya dan dengan
setia melakukan perintahNya karena dihatinya ia sangat bersyukur mendapat
karunia yang sangat besar. Bagaimana dengan kita apakah kita sudah rendah hati
dan setia ?
Doa : Ya
Tuhan, Ajarlah kami untuk Merayakan Natal dengan Rendah hati
dan Setia bukan hanya mementingkan kemeriahan pesta. Amin. (Sumber : LPJ GPM)
Posting Komentar
Posting Komentar