Saya pernah terbaring lemah di rumah sakit, akibat kambuhnya asam lambung yang menyebabkan rasa perih yang sangat hebat. Saya hampir-hampir putus asa dan hilang harapan karena berulang kali, harus dirawat hanya karena gangguan asam lambung. Semua pengobatan alternatif pun telah saya coba tetapi tidak nampak adanya perubahan. Di tengah rasa keputusasaan, saya teringat akan mujizat kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus kepada banyak orang. Saya berdoa dan meluangkan waktu untuk membaca Alkitab dan bermeditasi secara teratur. Dalam bermeditasi, saya berupaya mengosongkan hati dan pikiran saya dari segala keinginan diri termasuk untuk marah, benci, kecewa, dan putus asa. Saya hanya berserah pada kehendak Tuhan dan ternyata saya merasa dikuatkan bahkan Tuhan memberi kekuatan lebih besar daripada penderitaan saya, dan saya dapat menanggung dan melewati rasa sakit tanpa mengeluh. Saya dikuatkan untuk mematuhi semua anjuran dokter dengan taat dan setia, sampai akhirnya saya dinyatakan benar-benar sembuh, itulah mujizat kesembuhan yang saya alami bersama Yesus. Pengalaman iman ini mendorong saya untuk hidup dalam rasa syukur dan menyerahkan hidup saya untuk melayani Tuhan dan sesama yang menderita. Inilah juga yang menjadi pengalaman iman ibu mertua Petrus yang disembuhkan oleh Yesus. Dikatakan dalam bacaan kita bahwa setelah disembuhkan, ia bangun dan melayani Yesus. Apakah anda pernah mengalami Yesus dalam hidup anda, yang memulihkan dan menyembuh hidup anda? Bersyukurlah dan serahkanlah seluruh hidupmu untuk melayani-Nya.
Doa: Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau telah menyembuhkan dan memulihkan segala penyakitku. Amin.

Posting Komentar
Posting Komentar