Sukacita adalah bentuk relasi yang dibangun dengan Tuhan. Itulah sebabnya sukacita berbeda dengan bahagia. Orang bisa bahagia namun belum tentu sukacita. Sukacita tidak bisa dibatasi dengan situasi. Inilah yang digambarkan oleh penulis Habakuk. Ada sekian banyak hal buruk yang terjadi sebagaimana yang digambarkan “ sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah dan hasil pohon zaitun mengecewakan”. Habakuk menyatakan kemudian bahwa sekalipun itu kenyataannya namun, ia akan tetap bersorak sorai di dalam Tuhan. Kelihatan sepele namun seperti inilah yang harus kita lakukan ketika kita ada dalam situasi yang tidak menyenangkan. Bertahan sajalah dalam kondisi apapun dan tetaplah bersukacita sebab janji penyertaan Tuhan itu sempurna. Allah itu adalah kekuatan kita. Allah melalui karya pengorbanan Yesus Kristus akan membuat kita mampu menghadapi apapun. Percayalah. Tetaplah pandang Tuhan dan bersukacitalah selalu.
Doa: Tuhan Yesus, tolong mampukanku untuk bertahan dan bersukacita. Amin.
Posting Komentar
Posting Komentar